General / Perlombaan Pangeran Sulthan bin Abdul Aziz untuk hafalan Al-Qur`an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyah di Indonesia ditutup besok

enin 1438/6/14 - 2017/03/13
  • Share on Google+

Riyadh, 21 Jumadal Akhir 1437H bertepatan dengan 30 Maret 2016M

Besok kamis adalah penutupan agenda pelatihan ke-8 untuk perlombaan Pangeran Sulthan bin Abdul Aziz kategori hafalan Al-Qur`an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyah untuk level nasional Indonesia di ibu kota Jakarta yang akan dihadiri oleh mentri agama RI dan dubes Saudi untuk Indonesia di Jakarta Musthafa Al-Mubarak.

Peserta lomba sebanyak 164 orang mewakili seluruh wilayah Indonesia. Para undangan akan menyaksikan penyerahan penghargaan terhadap para pemenang lomba yang layak untuk ikut perlombaan level berikutnya yaitu tingkat Asia pasifik pada tanggal 17-21 April mendatang dengan peserta 140 orang dari 25 negara, yang akan diselenggarakan juga di Jakarta.

Perlombaan yang diselenggarakan oleh Kantor Atase Agama di bawah asuhan kedutaan Saudi ini bekerjasama dengan kementrian agama RI di 5 kategori; Al-Qur`an Al-Karim lengkap, 20 juz, 15 juz,10 juz sedang terakhir adalah hafalan As-Sunnah An-Nabawiyah. Turut berlomba dalam hal ini 164 peserta yang mewakili 115 lembaga dari 65 kota di 25 provinsi. Acara penutupan akan dihadiri oleh mentri agama RI di aula utama Depag juga akan dihadiri oleh para petinggi negara dan dubes negara-negara Islam.

Perlombaan Pangeran Sulthan bin Abdul Aziz untuk hafalan Al-Qur`an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyah ini diadakan setiap tahun oleh yayasan sosial Sulthan bin Abdul Aziz Al-Suud, mendapat perhatian dan respon positif dari negara-negara peserta dimana para peserta bertambah dalam jumlah yang signifikan sejak awal pelaksanaan tujuh tahun silam.

Setiap tahunnya dalam acara penutupan selalu dihadiri presiden RI, kali ini Joko Widodo dan yang mulya pangeran Khalid bin Sulthan bin Abdul Aziz selaku Kepala Majlis Yayasan Sosial Sulthan bin Abdul Aziz Al-Suud di istana negara ibu kota Jakarta, di tengah perhatian media yang istimewa dan kehadiran ulama dari negara-negara peserta yang mencolok. Hal ini membuktikan pentingnya acara musabaqah ini dan sampainya risalah kepada putera-putera negara peserta sebagai perwakilan umat Islam.

Bersambung.