General / Pameran dalam Festival Budaya Saudi mendapat kunjungan istimewa

enin 1438/6/14 - 2017/03/13
  • Share on Google+

19 Jumadal Akhirah 1437H bertepatan dengan 29 Maret 2016M
Pengunjung Indonesia masih saja membanjiri Festival Budaya Saudi yang diadakan Kementrian budaya dan media terbukti di hari keempat yang berturut-turut kunjungan menggembirakan masih tampak di Jakarta.
Para pengunjung mengungkapkan takjub mereka dengan apa yang terpampang di pojok-pojok stand, menambah wawasan tentang masa lalu dan kekinian Kerajaan Saudi Arabia yang makmur.
Menurut hemat (perwakilan wartawan) SPA di lokasi, mayoritas pengunjung Indonesia sepakat bahwa pameran semacam ini menguatkan hubungan antar bangsa.
Para pengunjung Indonesia mengungkapkan penasaran mereka begitu melihat gambar-gambar dan model arsitektur pengembangan dan perluasan yang terjadi di Al-Haramain Asy-Syarifain dan jembatan lempar jumroh serta tempat-tempat suci lainnya di sisi pameran dan pojok air zam-zam yang dibagikan pada pengunjung.
Pengawas stand Al-Haramain Asy-Syarifain DR. Usman Qazzaz berkata, "Sesungguhnya pameran memberikan pengunjung maklumat bermanfaat bagi yang berniat pergi haji dan umroh". Beliau tambahkan tentang kegembiraannya karena tercapainya tujuan yang digariskan oleh Penjaga dua kota suci Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Suud -hafizhahullah- dalam mengadakan pameran budaya semacam ini di seluruh dunia agar media Saudi menjadi bagian dari proses pendidikan dan penyadaran akan peradaban negara kita.
Sebagaimana pengunjung juga menyaksikan di stand pohon kurma dan buahnya tentang maklumat kurma, penanamannya, jenis ragamnya yang ada di Saudi dan tasternya sebagai hadiah untuk semua.
Tak kalah saing stand pakaian adat Saudi yang memamerkan berbagai baju adat dari beragam wilayah Saudi juga menyedot perhatian massa. Penanggung jawab pojok ini Fawziyah Al-Khamis mengungkapkan kegembiraannya atas respon positif masyarakat Indonesia saat melihat dan mengamati bentuk-bentuk pakaian adat Saudi.
Unit ini juga memberi kesempatan bagi pengunjung lelaki dan wanitanya untuk mencoba mengenakan pakaian adat tersebut untuk kemudian difoto oleh perancang Iman Ar-Rifa'I lalu diabadikan sebagai kenangan.
Bersambung.