General / Mentri kebudayaan dan media mengadakan festival budaya Saudi di Indonesia

enin 1438/6/14 - 2017/03/13
  • Share on Google+

Riyadh, 15 Jumadal Akhir 1437H bertepatan dengan 24 Maret 2016M

Besok lusa hari Sabtu kegiatan festival budaya Saudi yang diadakan oleh kementrian budaya dan media yang diwakili kantor kementrian devisi Hubungan budaya internasional akan dimulai di ibu kota Jakarta selama lima hari.

Wakil kementrian budaya dan media devisi luar negeri selaku ketua delegasi Saudi DR. Abdul Muhsin bin Faruq Ilyas menjelaskan bahwa pengadaan festival budaya Saudi di Indonesia yang bersaudara dengan kami membuktikan keseriusan pemerintah Penjaga dua kota suci Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Suud -hafizhahullah- dalam mendukung dan mengokohkan hubungan budaya antara Saudi dengan dunia internasional.

Dalam jumpa pers dengan kantor berita resmi Saudi beliau menyatakan, "Hal ini adalah aplikasi dari hubungan itu. Dengan instruksi dari mentri kebudayaan dan media DR. Adil bin Zaid Ath-Thuraifi, kementrian antusias untuk menyampaikan gambaran budaya Saudi ke masyarakat Indonesia yang punya banyak ikatan hubungan di berbagai bidang dengan kami, diantaranya budaya". Ini merupakan isyarat akan peran aktif dan penting Indonesia dalam lingkup Islam, Asia dan internasional.

Beliau jelaskan bahwa persiapan untuk festival budaya internasional ini dimulai sejak dini, melalui komunikasi dengan intansi-instansi terkait di Indonesia dan kedutaan Saudi di Indonesia yang tak pernah lelah mengulurkan bantuan dalam menyukseskan acara ini atas izin Allah Ta'ala dengan tujuan menampakkan kumpulan warisan dan budaya kontemporer di kerajaan Saudi Arabia serta memperkenalkan upaya memelihara warisan asli dan beragam dari seluruh wilayahnya tersebut dalam bingkai usaha pengembangan dan modernisasi pemimpin kami -ra'ahullah- yang meliputi segenap lini kehidupan di seluruh Saudi.

DR. Ilyas memaparkan kegiatan-kegiatan dan agenda festival budaya Saudi di Indonesia yang mencakup dua ceramah; pertama tentang "Hubungan Saudi dengan Indonesia" dan kedua tentang "Peran budaya dalam merekatkan bangsa-bangsa" dan pengadaan pameran tentang perluasan Al-Haramain Asy-Syarifain oleh pemerintah Saudi, pojok air zam-zam, stand pembagian mushaf, pameran seni optik, pameran kurma, pojok pakaian adat Saudi, budaya anak, dapur dan camilan rakyat, jamuan tamu, mengukir pacar/hinna, bordir dan pemintalan dan pemasangan kemah tradisional, pemutaran film dokumenter tentang Saudi dan kelompok teater untuk cerita rakyat Saudi.

Wakil kementrian budaya dan media devisi luar negeri menutup keterangannya dengan antusiasnya kementrian melalui kantor kementrian devisi hubungan budaya internasional dan sektor media dalam mewujudkan harapan penjaga dua kota suci raja Salman bin Abdul Aziz Al-Suud dan putra mahkota serta wakil putra mahkota -hafizhahumullah- untuk investasi budaya dan mengerahkan upaya media dalam berkomunikasi dan berdialog serta interaksi dengan bangsa-bangsa lain dan mengenalkan wajah lain dari kehidupan modern Saudi dan prestasi-prestasi pertumbuhannya dan masa lalu aslinya serta warisan kaya dan beragam yang tersimpan.

Selesai.