General / Indonesia mengundang simposium tentang kerja keras Saudi dalam memberantas terorisme

enin 1438/6/14 - 2017/03/13
  • Share on Google+

Jakarta, 26 Safar 1436H bertepatan dengan 18 Desember 2014M

Lipia selaku cabang Univeritas Islam Muhammad bin Suud hari ini mengadakan simposium ilmiah bertajuk (Kerajaan Saudi Arabia memerangi terorisme dan ekstrimisme serta inisiatif internasional dari Raja Abdullah dalam bidang ini) diikuti oleh sejumlah ulama dan cendikiawan dari Saudi dan Indonesia juga beberapa dosen di univeritas Indonesia dan mahasiswanya.

Simposium terdiri dari tiga sesi ilmiah yang membahas materi; perjuangan Raja Abdullah untuk menyebarkan nilai moderat dalam beragama dan budaya serta memberantas ekstrimisme dalam dua sisinya (berlebihan dan alienasi) dan memberantas terorisme dan ekstrimisme; mencakup terapi dan aplikasi, kecenderungan terorisme, cirinya dan penanggulangannya melalui surat-surat Raja Abdullah, serta perspektif agama dan budaya yang menjadi titik tolak sikap Raja Abdullah terhadap terorisme.

Wakil rektor Univeritas Islam Muhammad bin Suud bagian tukar-menukar pengetahuan dan hubungan luar negeri DR. Muhammad Said Al-Alam mengatakan di sela-sela kegiatan simposium sambil menerangkan bahwa Penjaga dua kota suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Suud -hafizhahullah- telah berhasil mencapai banyak pekerjaan mulya di bidang keamanan dan perdamaian dunia serta konsolidasi budaya dialog dan toleransi antar pemeluk agama dan budaya untuk mempererat hubungan internasional antar umat dan bangsa. Disamping prestasi beliau dalam bidang material dan moral seperti pemberantasan terorisme dengan beragam rupa dan bentuknya.

DR. Al-Alam mengatakan, " Penjaga dua kota suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Suud -hafizhahullah- telah mengantarkan dunia ke depan fakta penting yaitu darurat pemberantasan terorisme dan jangan sampai terhanyut oleh slogan-slogan palsu sehingga dunia menikmati keamanan, stabilitas dan keselamatan. Hal ini termaktub dalam kalimat beliau pada bulan agustus lalu, saat menyeru pemimpin kaum Arab dan kaum muslimin serta masyarakat dunia luas untuk saling menopang dan berdiri baris bersama menjadi benteng kuat melawan teroris dengan segala bentuk dan jenisnya yang menjadikan agama sebagai alat meraih kepentingan dunia dan politik.

Selesai.