General / / Putra mahkota menerima medali " George Tenet " yang diberikan oleh Komunitas Intelijen Amerika (CIA) atas upaya gigih intelijen di domain pemberantasan terorisme

enin 1438/6/14 - 2017/03/13
  • Share on Google+

Riyadh, 13 Jumadil Ula 1438H bertepatan dengan 10 Februari 2017M



Pangeran yang mulya Muhammad bin Nayev bin Abdul Aziz selaku Putra Mahkota, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri -hafizhahullah- menerima medali "George Tenet" yang diberikan oleh Komunitas Intelijen Amerika (CIA) atas upaya gigih intelijen di domain pemberantasan terorisme dan jasa kontribusinya yang tanpa batas dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian internasional.



Penyerahan medali kepada Putra mahkota -hafizhahullah- dilakukan oleh direktur CIA Mike Pompeo usai disambut kedatangannya oleh sang pangeran di Riyadh hari ini. Momen ini dihadiri oleh Pangeran yang mulya Muhammad bin Salman bin Abdul Aziz selaku wakil Putra mahkota, Wakil kedua Perdana Menteri dan Mentri pertahanan.



Putra mahkota -hafizhahullah- mengungkapkan terima kasihnya kepada CIA atas kehormatan itu dalam jumpa pers usai menerima medali penghargaannya. Beliau tegaskan bahwa medali ini merupakan hasil dari kerja keras dan bimbingan petinggi Saudi yang terutama adalah Penjaga dua kota suci Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Suud -Ra'ahullah- dan kesigapan petugas keamanan serta kejasama masyarakat dengan segenap elemennya dalam memerangi terorisme.



Sehubungan dengan pelekatan terorisme kepada agama tertentu Putra Mahkota berkata, "Semua agama samawi berlepas diri dari keyakinan dan aksi biadab kelompok teroris". Beliau jelaskan bahwa semua pandangan agama, politik dan sosial bermuatan negatif pada mereka yang menjadikan agama sebagai alat (kedok) sepanjang sejarah manusia tidak mencerminkan kebenaran agama yang dibawanya atau perbuatan yang dilakukannya sama sekali. Saudi punya peran dalam memerangi terorisme dan menolak dengan keras serta mengecam terorisme dengan segala rupa dan bentuknya apa pun sumber dan tujuannya".

Beliau juga menimpali, "Dengan izin Allah, kami di Saudi senantiasa memerangi terorisme dan ekstrimisme di mana pun, baik pemikiran ataupun tindakan. Atas karunia Allah kemudian kerja keras Saudi, telah terbongkar banyak rencana terorisme yang gagal sebelum terlaksana -puji syukur pada Allah- seperti salah satu upaya yang ditujukan terhadap negara-negara sahabat sehingga berhasil diantisipasi tanpa adanya jatuh korban tak berdosa".



Beliau juga berkata, "Sungguh memberantas terorisme adalah tanggung jawab internasional bersama yang memerlukan upaya internasional terpadu di segala lini untuk diperangi; keamanan, pemikiran, dana, media dan militer. Hal ini membutuhkan kerjasama sesuai undang-undang internasional dan prinsip-prinsip dasar PBB terutama prinsip kesetaraan kedaulatan".



Ada pertanyaan yang beredar luas tentang hubungan antara Saudi dan Amerika saat ini, lalu beliau menjawab, "Hubungan kami dengan Amerika punya akar sejarah strategis dan tidak akan berhasil orang yang berusaha memisahkan keduanya".

Berkenaan dengan prosedur yang dipakai Saudi untuk aksi teroris yang mungkin muncul -semoga tidak-, beliau berkata, "Kami dikelilingi oleh daerah- daerah konflik dan kami korban pertama yang dilanda terorisme dari berbagai sumber. Kami telah bertekad dan siap berbekal diri guna memberantas teroris di mana pun dan dalam kondisi apa pun".



Saat menerima direktur CIA, Putra Mahkota membahas beberapa topik yang menyangkut kepentingan bersama antar dua negara bersahabat dan cara-cara mempereratnya khususnya yang berkaitan dengan masalah keamanan, lebih spesifik lagi memerangi terorisme.



Turut hadir dalam penerimaan medali dan penyambutan tamu; yang mulya pangeran Abdul Aziz bin Suud bin Nayev bin Abdul Aziz penasehat mendagri, yang mulya direktur utama Badan Intelijensi Negara jendral Abdul Aziz bin Muhammad Al-Huwairini dan wakilnya jendral Abdullah Al-Qarni, ketua intelijensi umum mr. Khalid bin Ali Al-Humaidan, dan kuasa usaha kedutaan Amerika di Saudi Christopher Henzel.

Selesai.