General / Raja Salman dan Presiden RI mengadakan pembicaraan resmi

Sabtu 1438/6/5 - 2017/03/04
  • Share on Google+

Jakarta, 2 Jumadil Akhir 1438H bertepatan dengan 1 Maret 2017.
Pelayan dua kota suci Sri baginda Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Suud -hafizhahullah- mengadakan pembicaraan resmi dengan presiden RI Joko Widodo hari ini di istana negara Jakarta.
Di awal pembicaraan, presiden RI menyampaikan kalimatnya berupa ulangan kata sambutan kepada Raja Salman di Indonesia seraya memberi predikat kunjungan ini dengan kunjungan bersejarah.
Beliau menegaskan kentalnya hubungan antara Saudi dengan Indonesia dan keseriusan negrinya untuk mempererat dan mengembangkan kerjasama di berbagai bidang yang akan mendatangkan manfaat bagi kepentingan bersama dua bangsa bersaudara. Beliau memberi sinyal positif akan kesiapan negrinya menjadi mitra strategis Saudi dalam mewujudkan tujuan visi Saudi Arabia 2030.
Selanjutnya Sri baginda Raja Salman -hafizhahullah- menyampaikan kalimatnya berikut ini;
Bismillah, puji syukur kepada Allah dan shalawat salam terhatur kepada Rasulullah.
Presiden yang terhormat,
Assalamua'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Saya ungkapkan kehadirat anda kegembiraan saya dalam kunjungan ke negri kedua bagi kami Republik Indonesia yang bersaudara dengan kami. Saya terharu dengan hangatnya sambutan dan ramahnya jamuan, penuh harapan kami agar kunjungan ini memberi kontribusi dalam pengembangan hubungan ke ufuk yang luas lagi menguntungkan kepentingan bersama.
Saya masih ingat kunjungan anda ke Saudi Arabia di tahun 2015 lalu telah membuka ufuk baru dalam hubungan dua negara bersaudara di berbagai bidang. Hal ini telah ditindak lanjuti dengan saling kunjung antar petinggi kedua negara.
Atas dasar banyak kesamaan yang menyatukan dua negara kita; sama-sama anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), PBB dan Kelompok Dua Puluh (G-20) maka kebutuhan mendesak kita untuk mempererat kerjasama bilateral di berbagai bidang.
Presiden yang terhormat,
Sesungguhnya tantangan global saat ini yang paling menonjol adalah fenomena terorisme yang menuntut kita untuk memperdalam dialog dan melipatgandakan kerja keras dalam menghadapi tantangan ini. Kami hargai sikap Indonesia dalam mendukung solidaritas Islam dan membantu bangsa Palestina mendapat keadilan serta upaya Indonesia untuk menyamakan sikap bersama negara-negara Islam.
Sesungguhnya pengembangan hubungan kita di atas dasar-dasar yang kokoh dan kuat akan memberikan kontribusi positif dalam memperbaiki krisis dan isu-isu regional maupun internasional. Juga menyolidkan kerjasama antar negara-negara Islam yang berdiri di atas prinsip-prinsip bertetangga baik dan tidak intervensi terhadap persoalan-persoalan dalam negri tertentu serta resolusi konflik dengan damai sesuai piagam OKI, PBB dan hukum internasional.
Wassalam wa rahmatullahi wa barakatuh.
Turut hadir dalam pembicaraan resmi ini; yang mulya mentri urusan dakwah dan bimbingan Islam syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syeikh, yang mulya sekretaris kabinet DR. Ibrahim bin Abdul Aziz Al-Assaf, yang mulya mentri budaya dan media DR. Adil bin Zaid Ath-Thuraifi, yang mulya mentri pendidikan DR. Ahmad bin Muhammad Al-Isa, yang mulya mentri transportasi mr. Sulaiman bin Abdullah Al-Hamdan, yang mulya mentri negara urusan luar DR. Nizar bin Ubaid Madani dan dubes Saudi untuk RI Usamah bin Muhammad Asy-Syu'aibi.
Sedangkan dari pihak Indonesia telah hadir menko polhukam Wiranto, mentri ekonomi Darmin Nasution, mentri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan Puan Maharani, mentri kelautan dan perikanan Luhut Binsar, mentri seketaris negara Prof.Pratikno, menlu Retno marsudi, seketaris kabinet Pramono Anung, mentri pendidikan dan kebudayaan DR.Muhajir Afandi, mentri agama Lukman Hakim Saifuddin, mentri kesehatan Nila moeloek dan mentri energi dan sumber daya mineral Ignasius Jonan serta beberapa petinggi lainnya.

Selesai.